Sabtu, 16 Maret 2013


Kiat Sukses Hasilkan Jeruk Madu Berkualitas

Andalan Solsel: Jeruk madu, salah satu buah andalan dari Kabupaten Solok Selatan
Sejak Sekolah Dasar (SD), Ucok sudah paham seputar tanaman jeruk. Kebun jeruk milik orangtuanya, merupakan tempat praktiknya. Kepiawaiannya soal jeruk, kemudian mengantarkannya ke Solok Selatan.  

Minggu (22/5), Ucok bersama istrinya, Warnijah terlihat sibuk, melayani pembeli. Menimbang jeruk dalam kantong plastik yang  telah dipilih pembeli. Stand  mini yang mereka buka di pinggir jalan raya, nyaris tertutup karena dikerumuni.

Stand jeruk mereka sebenarnya adalah pondok. Bagi pengendara maupun pengemudi yang kebetulan lewat di kawasan Pinangawan, Kecamatan Pauhduo Kabupaten Solok Selatan, cukup mudah menemukan lokasi keluarga ucok berjualan. Kalau dari arah Muaralabuh, sekitar 300 meter dari jembatan Pinangawan.

Ucok dan istrinya memang bukan asli orang Solok Selatan. Lelaki itu dari Brastagi. Tapi pengalamannya tentang tanaman jeruk, patut dipuji. Mereka datang ke Solsel, atas permintaan jasa untuk mengelola tanaman jeruk.

Kata Ucok, permintaan itu datang dari Yasin, pemilik kebun. Melanjutkan pengelolaan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Kesepakatan pun terjalin. Ucok sebagai pengelola hingga menjual. Untungnya, bagi dua.  

“Di sini terdapat setengah hektare jeruk madu dan setengah hektare lagi limau kacang. Seluruhnya, 300 batang,” terang Ucok.
Lahan memang tidak luas. Batang jeruk pun tidak terlalu banyak. Tapi Ucok optimistis, hasilnya bisa melimpah. Menandingi 800 batang jeruk milik petani lain. Pernyataan tersebut katanya, bukan ingin mengada-ada.

Sebagai anak petani jeruk, ia sangat mahfum seluk beluk tanaman itu. Termasuk bagaimana membuat hasil panen melimpah, kualitas wah, dan tanaman tetap awet terawat.

Triknya, harus teliti terhadap hama, rajin memantau, dan sederet aturan lagi yang mesti dipatuhi. Saat memetik, mesti dengan gunting, dan tidak boleh langsung dari pangkal buah. Tujuannya agar buah baru cepat berputik.

Begitupula masalah rumput. Harus waspada. Jangan sampai rumput tumbuh lebih dari 7 inci. Sedangkan buah yang jatuh, harus segera di buang ke sungai. Sebab, buah yang jatuh biasanya disebabkan hama. Bila tidak segera dibuang, maka hama di dalam buah tersebut akan memangsa buah lainnya. Pemupukan pun mesti teratur.

“Kalau saya hanya pakai pupuk murni. Pupuk kandang yang dibeli pada warga sekitar. Saya tidak mau pakai pupuk buatan,” tukasnya.
Bila merasa tanaman sudah aman dari gangguan, jeruk tetap harus dipantau. Kata Ucok, meskipun tanaman bukanlah manusia, tapi tanaman juga punya perasaan. Tidak boleh dicuekin. Mesti diperhatikan. “Kalau kita cuek, dia pun akan cuek. Tak akan banyak buahnya,” tuturnya.

Bagi Ucok, menyayangi tanaman sama dengan menyayangi istri. Ia mengaku sedih kalau tanaman tidak terurus. Tidak heran, setiap hari ia selalu mengunjungi satu per satu tanaman jeruknya. Meski tidak ada yang akan dikerjakan, Ucok tetap berkeliling. Seolah menyapa tanaman. Alhasil, jeruk madu yang dikelola Ucok kini sangat lebat buahnya. Kulit luarnya mulus. Sedangkan isi dalamnya, kuning kemerah-merahan, menunjukkan rasanya yang manis segar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar